Great Owlicious : Welcome to my page, let's sharing all of our knowledges

Sunday, March 25, 2012

Al-Qur'an Anti Galau ^^ ( 1. Q.S. Al Faatihah )




Apakah kalian masih suka membaca Al-Qur'an teman-teman?
hanya sebagai pelebur kewajiban atau sudah menjadi kebutuhan?

*kata bapak ustad, sampaikanlah walau satu ayat... okeoke pak ustadz, mari kita saling berbagi ilmu:)

beberapa hari ini saya terkena virus Galau. uhh sangat mengganggu ketenangan hati... sampai card provider yang selalu memproklamirkan dirinya sebagai kartu Anti Galau pun ternyata tidak cukup sakti menyembuhkan kegalauan saya, pelanggan setianya.

selepas sholat magrib, seperti biasanya... saya membaca Al-Qur'an. Namun kali ini, saya tatap berlama-lama kitab suci ini, pikiran saya entah sedang berada di mana.
saat itu, yang saya rasakan hanya rasa sesak dan sakit hati yang luar biasa. sejurus kemudian, saya buka Kitabullah itu. saya baca, saya harap dengan ini rasa sesak dan sakit hati saya bisa terobati.

dan tahukah kamu, sahabat?
Rasa sesak saya perlahan-lahan pun terobati. Memang tidak secara total, saya masih ingat sakit hati saya. Apa yang salah? Saya begitu yakin Al-Qur’an ini adalah satu-satunya benda satu-satunya kitab yang mampu membawa ketenangan batin bagi setiap yang membacanya.

Hmm... setelah selesai membaca Al-Qur’an saya tahu apa yang harus saya lakukan lebih untuk mendapatkan ketenangan saya kembali.
“ya, saya harus mempelajari Tafsir Al-Qur’an, agar saya dapat mengerti setiap pesan yang ada dalam Al-Qur’an” ...

Sebenarnya, sebelum kegalauan ini melanda, saya jarang membuka tafsir Al-Qur’an... hanya sesekali saja ketika dirasa perlu. Tapi untuk sekarang, saya sadar... membaca Al-Qur’an tidak seperti membaca koran berbahasa Indonesia atau Inggris yang bisa langsung saya cerna.
Al-Qur’an memiliki kompleksitas dan keindahan makna yang luar biasa, dalam memahaminya harus secara menyeluruh alias tidak bisa hanya setengah-setengah karena bisa menyebabkan kekeliruan atau salah tafsir.

“Ya Allah Ya Kariim, Engkau memang sungguh luar biasa... Kau tuangkan semua petunjuk hidup kedalam Al-qur’an dengan begitu sempurna”

Untuk teman-teman, inti dari tulisan saya... cobalah pahami Al-Qur’an dengan sungguh-sungguh dan menyeluruh... InsyaAllah ketenangan batin akan kita dapatkan, dan masih banyak lagi faedah-faedah yang lainnya.
*tambahan > kalau galau jangan risau, makanya Gaulnya sama Kitabullah anti galau... aja :D


Tafsir kali ini, kita mulai dengan :

1. Al-Qur'an Surat Al faatihah (Pembukaan)

Bismillahirrahmaanirrahiim ...
Surat Al Faatihah (Pembukaan) yang diturunkan di mekah dan terdiri dari 7 (tujuh)  ayat adalah ayat yang pertama-tama diturunkan dengan lengkap diantara surat-surat yang ada dalam Al-Qur'an dan termasuk golongan surat Makiyyah.

Surat ini disebut "Al Faatihah" (Pembukaan) karena dengan surat inilah dibuka dan dimulainya Al-Qur'an. dinamakan "Ummul Qur'an" (Induk Al-Qur'an) atau "Ummul Kitaab" (Induk Al-Kitaab) karena surat ini merupakan induk bagi semua isi Al-Qur'an serta menjadi inti sari dari kandungan Al-Qur'an, dan karena itu diwajibkan membacanya pada setiap-tiap sholat.
dinamakan pula "As Sab'ul Matsaany" (Tujuh yang berulang-ulang) karena ayatnya tujuh dann dibaca berulang-ulang dalam shalat.

surat ini mengandung beberapa unsur pokok yang mencerminkan seluruh isi Al-Qur'an, yaitu :

1. Keimanan
beriman kepada Tuhan Yang Maha esa terdapat pada ayat 2, dimana dinyatakan secara tegas dan segala puji dan ucapan syukur atas sesuatu nikmat itu bagi Allah, karena Allah adalah pencipta dan sumber segala nikmat yang terdapat dalam alam ini.

diantara nikmat itu ialah : nikmat menciptakan, nikmat mendidik dan menumbuhkan, sebab kata "Rabb" dalam kalimat "Rabbul-'aalamiin" tidak hanya berarti "Tuhan" dan "Penguasa", tetapi juga mengandung arti tarbiyah yaitu mendidik dan menumbuhkan. hal ini menunjukkan bahwa segala nkmat yang dilihat oleh seseorang dalam dirinya sendiri dan dalam segala alam ini bersumber dari Allah, karena Allah lah yang maha berkuasa di alam ini.

Pendidikan, penjagaan dan penumbuhan oleh Allah di alam ini haruslah diperhatikan dan dipikirkan oleh manusia sedalam-dalamnya, sehingga menjadi sumber pelbagai macam ilmu pengetahuan yang dapat menambah keyakinan manusia kepada keagungan dan kemuliaan Allah, serta berguna bagi masyarakat. 

Oleh karena keimanan (ketauhidan) itu merupakan masalah yang pokok, maka didalam surat Al Faatihah tidak cukup dinyatakan dengan isyarat saja, tetapi ditegaskan dan dilengkapi oleh ayat 5 yaitu "Iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin" (hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkau-lah kami memohon pertolongan).

Yang dimaksud dengan "Yang menguasai hari pembalasan" ialah pada hari itu Allah lah yang berkuasa, segala sesuatu tunduk kepada kebesaranNya sambil mengharap nikmat dan takut kepada siksaanNya.
Hal ini mengandung arti janji untuk memberi pahala terhadap perbuatan yang baik dan ancaman terhadap perbuatan yang buruk. "ibadat" yang terdapat pada ayat 5 semata-mata ditujukan kepada Allah, selanjutnya lihat no.6

2. Hukum-Hukum
Jalan kebahagiaan dan bagaimana seharusnya menempuh jalan itu untuk memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. maksud "hidayah" disini ialah hidayah yang menjadi sebab dapatnya keselamatan, kebahagiaan dunia dan akhirat, baik yang mengenai keyakinan maupun akhlak, hukum-hukum dan pelajaran.

3. Kisah-Kisah
Kisah para nabi dan kisah orang-orang dahulu yang menentang Allah. sebagian besar dari ayat-ayat Al-Qur'an memuat kisah-kisah para nabi dan kisah orang-orang dahulu yang menentang Allah. yang dimaksud dengan orng yang diberik nikmat dalam ayat ini ialah para nabi, para shiddieqiiin (orang-orang yang sungguh-sungguh beriman), syuhadaa (orang-orang yang mati syahid), shaalihiin (orang-orang yang shaleh).
"orang-orang yang dimurkai dan orang-orang yang sesat", ialah golongan yang menyimpang dari ajaran Islam.

perincian dari yang telah disebutkan di atas terdapat dalam ayat-ayat Al-Qur'an pada surat-surat lain.

Surat "Al-Faatihah" ini melengkapai unsur-unsur pokok syari'at islam, kemudian dijelaskan perincinya oleh ayat-ayat Al-Qur'an yang 113 surat berikutnya.
persesuaian surat ini dengan surat "Al baqarah" dan surat-surat sesudahnya ialah surat Al Faatihah merupakan titik-titik pembahasan yang akan diperinci dalam surat Al Baqarah dan surat-surat sesudahnya.

dibahagian akhir surat Al Faatihah disebutkan permohonan hamba supaya diberi petunjuk oleh Tuhan ke jalan yang lurus, sedang surat Al baqarah dimulai dengan penunjukkan "Al Kitab" (Al Qur'an) yang sempurna sebagai pedoman menuju jalan yang dimaksud itu.
  

AL FAATIHAH (PEMBUKAAN)
Surat Ke 1 : 7 Ayat
Juz 1

 
 
  

Artinya :

1. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang (1)
2. Segala puji (2)  bagi Allah, Tuhan semesta alam (3)
3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
4. Yang menguasai (4) hari pembalasan (5)
5. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah (6) dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan (7)
6. Tunjukilah (8) kami jalan yang lurus
 7. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai (Yahudi) dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat (Nasrani) (9)

Penjelasan

(1) berarti : saya memulai membaca Al Faatihah ini dengan menyebut nama Allah. tiap-tiap pekerjaan yang baik itu hendaknya dimulai dengan menyebut nama allah, seperti : makan, minum, menyembelih binatang untuk dimakan dan sebagainya.
Allah ialah nama dzat yang maha suc, yang berhak disembah dengan sebenar-benarnya; yang tidak membutuhkan makhlukNya, tetapi makhluk membutuhkanNya.
Ar Rahmaan (Maha Pemurah): salah satu dari nama Allah yang memberi pengertian bahwa Allah melimpahkan karuniaNya kepada makhlukNya, sedang Ar Rahiin (Maha Penyayang) memberi pengertian bahwa Allah senantiasa bersifat rahmat yang menyebabkan Allah selalu melimpahkan rahmatNya kepada Makhluknya.

(2) Alhamdu (Segala Puji). memuji orang adalah karena perbuatannya yang baik yang dikerjakan dengan kemauannya sendiri. maka memuji Allah berarti : mengakui keutamaan seseorang terhadap nikmat yang diberikanNya. kita menghadapkan segla puji kepada Alah ialah karena Allah adalah sumber dari segala kebaikan yang patut dipuji.

(3) Rabb (Tuhan) berarti : Tuhan yang di ta'ati Yang Memiliki, Mendidik dan Memelihara. lafadzh "Rabb" tidak dapat dipakai selain untuk tuhan kecuali ada sambungannya, seperti rabbul-bait (tuan rumah).
'Alamiin (Semesta Alam) : semua yang diciptakan oleh Tuhan yang terdiri dari berbaai-bagai jenis dan macam, seperti ; alam manusia, alam hewan, alam tumbuh-tumbuhan, benda-benda mati dan sebagainya. Allah pencipta semua alam-alam itu.

(4) Maalik (Yang Menguasai), dengan memanjangkan "mim" ia berarti "pemilik" (yang empunya), dapat pula dibaca dengan Malik (dengan memendekkan "mim") berarti "raja".

(5) Yaumiddin (Hari Pembalasan) : hari yang diwaktu itu masing-masing manusia menerima pembalasan amalannya yang baik maupun yang buruk. yaumiddin disebut juga yaumulqiyaamah, yaumulhisab, yaumuljazaa' dan sebagainya.

(6) Na'budu diambil dari kata "ibaadat" : kepatuhan dan ketundukan yang ditimbulkan oleh perasaan tentang kebesaran Allah, sebagai Tuhan yang disembah karena berkeyakinan bahwa Allah mempunyai kekuasaan yang mutlak terhadapnya.

(7) Nasta'iin (Minta Pertolongan), diambi dari kata "isti'aanah" : mengharapkan bantuan untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan yang tidak sanggup diselesaikan dengan tenaga sendiri.

(8) Ihdina (Tunjukilah Kami), diambil dari kata "Hidaayat" : memberi petunjuk ke suatu jalan yang benar. yang dimaksud dengan ayat ini bukan sekedar memberi hidayah saja, tetapi juga memberi taufik.

(9) yang dimaksud dengan mereka yang dimurkai dan mereka yang sesat ialah semua golongan yang menyimpang dari ajaran Islam.


SEMOGA BERMANFAAT, TEMAN- TEMAN (^_^)

No comments:

Post a Comment